TK NEGERI PEMBINA JATIPURNO KAB. WONOGIRI

--Informasi Semua Kegiatan TK N Pembina Jatipurno--

TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri

Sabtu, 02 Mei 2020

Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik "Tanaman Jagung"


Pendekatan ilmiah merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan pengembangan sikap, perilaku, budi pekerti, keterampilan serta pengetahuan murid TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri. Dalam pendekatan ilmiah yang dilakukan oleh pembimbing atau guru ini mengarah pada penalaran induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning). Penalaran induktif merupakan cara pandang suatu fenomena dari sudut atau situasi specific kemudian menarik kesimpulan keseluruhan secara umum.



Disebut ilmiah karena metode yang digunakan yaitu metode pencarian (method of inquiry) yang mengarah ke fakta atau bukti dari objek yang diobservasi, empiris dan terukur. Pendekatan metode ilmiah ini memuat aktivitas murid melalui observasi dan eksperimen kemudian diformulasikan dan diuji hipotesisnya. Lebih sederhananya, metode ilmiah merujuk pada investigasi atas fenomena atau gejala, mendapat pengetahuan baru atau mengoreksi serta memadukan pengetahuan sebelumnya.





Proses pembelajaran TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri memberikan kesempatan kepada murid untuk mendapatkan pembelajaran yang ilmiah melalui pendekatan saintifik Teknis pembelajaran ilmiah di TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri melalui pendekatan saintifik, maksutnya yaitu proses pembelajaran dengan cara belajar dari konkrit ke abstrak dan murid menjadi pusat pembelajaran dengan pembelajaran membentuk student self concept, memberikan murid kesempatan untuk mengasimilasi dan mengamodasi konsep, hukum dan prinsip pembelajaran.

Tujuan dari pembelajaran metode ilmiah yang diberikan di TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri ini yaitu (1) membantu murid untuk mengenal dan mempelajari benda serta kejadian di lingkungan sekitar, (2) mengembangkan sikap ingin tahu, kritis, terbuka, bekerja sama, ketekunan dalam menghadapi masalah yang diteliti, (3) membantu anak bereksplorasi terhadap berbagai benda yang diteliti, (4) mengembangkan pengetahuan dan gagasan tentang alam sekitar dalam diri murid, (5) membantu anak dalam penerapan penggunaan teknologi sederhana.






Pembelajaran metode ilmiah dengan pendekatan saintifik ini membutuhkan rencana yang sangat matang, yaitu dengan mengkaji kurikulum sesuai dengan konsep saintifik termasuk juga penyusunan dokumen kurikulum, mengikuti diklat, pelatihan dan seminar. Langkah perencanaan dan pelaksanaan yang dilakukan oleh guru bertujuan supaya materi pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh murid sesuai dengan kegiatan yang telah disiapkan. Sangatlah penting suasana kelas yang siap serta bernuansa mengundang sebelum murid masuk ke dalam kelas.

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik di TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri yaitu menggunakan sub tema tanaman jagung, dimana murid mempelajari bagian pada tanaman jagung sampai dengan teknologi yang digunakan untuk menanam jagung. Dalam pembelajaran yang didampingi oleh guru, murid akan melalui beberapa proses yaitu (1) murid mengamati dan memperhatikan secara teliti terhadap penjelasan guru, (2) menggolongkan beberapa bagian tanaman jagung, (3) pengukuran panjang, tinggi tanaman jagung, (4) menjelaskan secara mendetail terkait apa yang ditemukan murid selama penggolongan dan pengukuran tanaman jagung, (5) mengajukan pertanyaan kepada guru, (6) merumuskan masalah dengan cepat, (7) merumuskan hipotesis, yaitu menyimpulkan suatu masalah walaupun masih harus dibuktikan, (8) mengumpulkan dan menganilis data dengan mengumpulkan semua informasi tentang tanaman jagung, (9) menarik kesimpulan dan mengambil keputusan atas apa yang telah dipelajari.







Dalam mengukur kemampuan kognitif murid menggunakan metode ilmiah kepada murid TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri, guru menggunakan beberapa indikator, meliputi seperti penguasaan materi atau kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi serta kemampuan konseptualisasi. Dengan penilaian antara 3,9 – 4,9 yang berarti murid mampu menggunakan teknologi sederhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar