TK
Negeri Pembina Jatipurno dalam penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
menyesuaikan kurikulum yang telah ditetapkan dan yang masih berlaku. Pada tahun
2020 pembelajaran TK Negeri Pembina Jatipurno mengunakan kurikulum 2013, dimana
kurikulum 2013 ini merupakan pendidikan yang berbasis kompetensi dan karakter
secara terpadu. Metode pendidikan pada kurikulum 2013 bukan sekedar
pembelajaran yang berorientasi pada kelulusan seorang murid, namun pendidikan
secara menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti dan kecintaan
budaya.

Pendidikan
karakater dimulai dengan pemahaman yang benar dan dapat melaksanakan nilai karakter
tersebut didalam hubungan antar keluarga, diri sendiri, hidup berbangsa dan bernegara
serta Tuhan. Peran pendidikan karakter disini yaitu membangun dan melengkapi nilai
yang sudah tumbuh dengan nilai dimasyarakat, sehingga membantu anak untuk
merefleksikan, meningkatkan kepekaan dan mengembangkan terhadap nilai yang
dimiliki anak tersebut.
Upaya
peningkatan pembelajaran yang dilakukan TK Negeri Pembina Jatipurno lebih specific lagi yaitu melalui analisis
karakteristik studi murid, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan
pembelajaran serta strategi pengukuran hasil pembelajaran. Oleh sebab itu, TK
Negeri Pembina selalu berupaya meningkatkatkan kompetensi guru yang baik, salah
satunya adalah dengan memiliki guru dengan lulusan Strata 1 (S1). Dengan
kompetensi yang baik, maka pemilihan metode strategi pembelajaran akan menjadi
lebih efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan kemampuan murid dalam
segi kognitif, afektif maupun psikomotorik.
Salah
satu aspek penting yang diperhatikan TK Negeri Pembina Jatipurno adalah perkembangan
berpikir atau intelektual murid. Perkembangan murid seusia TK sangatlah cepat
sekali, mereka sangat peka sekali dalam belajar. Oleh karena itu, murid harus
dikembangkan pola berpikirnya supaya optimal, sehingga perlu pendampingan guru
untuk mencapai hal tersebut.
Kegiatan
pembelajaran TK Negeri Pembina Jatipurno dalam meningkatkan pola berpikir murid
yaitu salah satunya dengan meningkatkan kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif
disini maksutnya berkaitan dengan kemampuan berpikir dan kemampuan memecahkan
masalah. Dalam pengembangan kemampuan kognitif ini salah satunya dilakukan melalui
menghitung dengan menggunakan media gambar. Media gambar dipilih karena
membantu murid dalam memperjelas masalah, menimbukan daya tarik, mempermudah
pemahaman, memperjelas bagian penting serta menyingkat suatu uraian.
Konsep
pembelajaran dalam TK Negeri Pembina Jatipurno yaitu dengan menerapkan
keaktifan murid dalam suatu proses pembelajaran. Murid selalu diajak untuk
berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar dari awal sampai akhir pertemuan,
yaitu dimulai dengan mengenalkan konsep berhitung sederhana seperti penambahan
dan pengurangan. Pengenalan konsep berhitung ini dilakukan berulang dengan
tujuan meningkatkan daya ingat murid yang nantinya digunakan untuk memecahkan
masalah. Gambar yang disediakan oleh guru atau pembimbing diproyeksikan dengan
jelas dan tepat pada semua gambar, hal ini bertujuan supaya dapat terbaca
dengan mudah dan cepat oleh murid serta murid dapat membedakan antara gambar
yang satu dengan yang lainnya.
Metode
pembelajaran dilakukan dengan penjelasan dari guru dan murid mendengarkan,
sembari guru melemparkan pertanyaan-pertanyaan dari setiap tahap pembelajaran untuk
meyakinkan bahwa murid telah mengerti apa yang telah disampaikan. Apabila murid
belum mengerti, maka murid yang sudah mengerti diminta untuk menjelaskan
kedepan kelas untuk menjelaskan apa yang sudah dia ketahui. Sementara itu,
apabila murid belum paham juga terkait materi tersebut, maka guru akan
menjelaskan secara khusus kepada murid yang belum mengerti sampai murid
tersebut mengerti dan paham.
Pada
umumnya, murid masih mengalami kesulitan dalam menghitung dikarenakan kurangnya
pemahaman murid terhadap konsep angka, walaupun sebenarnya murid tersebut sudah
mampu berhitung 1-10 dengan baik. Dengan masalah seperti ini, peran serta orang
tua dalam membimbing anak atau murid di rumah perlu diperhatikan serta ditingkatkan
dengan alat atau media yang ada disekitar rumah. Oleh karena itu, pembelajaran
berhitung perlu dilakukan secara terus menerus supaya murid dapat mengingat dan
memahami bagaimana konsep berhitung yang baik dan benar. Namun, yang perlu
diperhatikan adalah anak atau murid jangan sampai bosan, monoton, menjengkelkan
dan lain sebagainya dalam proses pembelajaran.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar