TK NEGERI PEMBINA JATIPURNO KAB. WONOGIRI

--Informasi Semua Kegiatan TK N Pembina Jatipurno--

TK Negeri Pembina Jatipurno Kab. Wonogiri

Rabu, 29 April 2020

Menghitung dengan Menggunakan Media Gambar


TK Negeri Pembina Jatipurno dalam penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menyesuaikan kurikulum yang telah ditetapkan dan yang masih berlaku. Pada tahun 2020 pembelajaran TK Negeri Pembina Jatipurno mengunakan kurikulum 2013, dimana kurikulum 2013 ini merupakan pendidikan yang berbasis kompetensi dan karakter secara terpadu. Metode pendidikan pada kurikulum 2013 bukan sekedar pembelajaran yang berorientasi pada kelulusan seorang murid, namun pendidikan secara menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti dan kecintaan budaya.


Pendidikan karakater dimulai dengan pemahaman yang benar dan dapat melaksanakan nilai karakter tersebut didalam hubungan antar keluarga, diri sendiri, hidup berbangsa dan bernegara serta Tuhan. Peran pendidikan karakter disini yaitu membangun dan melengkapi nilai yang sudah tumbuh dengan nilai dimasyarakat, sehingga membantu anak untuk merefleksikan, meningkatkan kepekaan dan mengembangkan terhadap nilai yang dimiliki anak tersebut.


Upaya peningkatan pembelajaran yang dilakukan TK Negeri Pembina Jatipurno lebih specific lagi yaitu melalui analisis karakteristik studi murid, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan pembelajaran serta strategi pengukuran hasil pembelajaran. Oleh sebab itu, TK Negeri Pembina selalu berupaya meningkatkatkan kompetensi guru yang baik, salah satunya adalah dengan memiliki guru dengan lulusan Strata 1 (S1). Dengan kompetensi yang baik, maka pemilihan metode strategi pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan kemampuan murid dalam segi kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Salah satu aspek penting yang diperhatikan TK Negeri Pembina Jatipurno adalah perkembangan berpikir atau intelektual murid. Perkembangan murid seusia TK sangatlah cepat sekali, mereka sangat peka sekali dalam belajar. Oleh karena itu, murid harus dikembangkan pola berpikirnya supaya optimal, sehingga perlu pendampingan guru untuk mencapai hal tersebut.

Kegiatan pembelajaran TK Negeri Pembina Jatipurno dalam meningkatkan pola berpikir murid yaitu salah satunya dengan meningkatkan kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif disini maksutnya berkaitan dengan kemampuan berpikir dan kemampuan memecahkan masalah. Dalam pengembangan kemampuan kognitif ini salah satunya dilakukan melalui menghitung dengan menggunakan media gambar. Media gambar dipilih karena membantu murid dalam memperjelas masalah, menimbukan daya tarik, mempermudah pemahaman, memperjelas bagian penting serta menyingkat suatu uraian.


Konsep pembelajaran dalam TK Negeri Pembina Jatipurno yaitu dengan menerapkan keaktifan murid dalam suatu proses pembelajaran. Murid selalu diajak untuk berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar dari awal sampai akhir pertemuan, yaitu dimulai dengan mengenalkan konsep berhitung sederhana seperti penambahan dan pengurangan. Pengenalan konsep berhitung ini dilakukan berulang dengan tujuan meningkatkan daya ingat murid yang nantinya digunakan untuk memecahkan masalah. Gambar yang disediakan oleh guru atau pembimbing diproyeksikan dengan jelas dan tepat pada semua gambar, hal ini bertujuan supaya dapat terbaca dengan mudah dan cepat oleh murid serta murid dapat membedakan antara gambar yang satu dengan yang lainnya.




Metode pembelajaran dilakukan dengan penjelasan dari guru dan murid mendengarkan, sembari guru melemparkan pertanyaan-pertanyaan dari setiap tahap pembelajaran untuk meyakinkan bahwa murid telah mengerti apa yang telah disampaikan. Apabila murid belum mengerti, maka murid yang sudah mengerti diminta untuk menjelaskan kedepan kelas untuk menjelaskan apa yang sudah dia ketahui. Sementara itu, apabila murid belum paham juga terkait materi tersebut, maka guru akan menjelaskan secara khusus kepada murid yang belum mengerti sampai murid tersebut mengerti dan paham.




Pada umumnya, murid masih mengalami kesulitan dalam menghitung dikarenakan kurangnya pemahaman murid terhadap konsep angka, walaupun sebenarnya murid tersebut sudah mampu berhitung 1-10 dengan baik. Dengan masalah seperti ini, peran serta orang tua dalam membimbing anak atau murid di rumah perlu diperhatikan serta ditingkatkan dengan alat atau media yang ada disekitar rumah. Oleh karena itu, pembelajaran berhitung perlu dilakukan secara terus menerus supaya murid dapat mengingat dan memahami bagaimana konsep berhitung yang baik dan benar. Namun, yang perlu diperhatikan adalah anak atau murid jangan sampai bosan, monoton, menjengkelkan dan lain sebagainya dalam proses pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar